Kamis, 28 April 2016

METODE ILMIAH TENTANG TUMBUHAN

Nama : Bayu Prismantara
NPM  : 11213670
Kelas  : 3EA15

                                                METODE ILMIAH TENTANG TUMBUHAN

I.   Masalah
Pengaruh manusia sebagai factor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.
II.   Rumusan Masalah
1.      Apakah manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan ?
2.      Bagaimana keadaan tumbuhan yang dirawat secara baik oleh manusia, dan keadaan tumbuhan yang tidak dirawat ?
III.  Observasi
·  Mengamati tumbuhan yang selalu dipelihara, dirawat, diberi air dan diberi pupuk oleh manusia, tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur.
IV.  Hipotesis
·  Mungkin tumbuhan akan tumbuh subur oleh manusia.
V.   Eksperimen
1.      Tujuan :
·    Untuk mengetahui pengaruh manusia factor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.
2.      Alat dan bahan untuk melakukan eksperimen tersebut :
·    2 pot ukuran sama
·    2 tanaman sejenis dan seukuran
·    Tanah
·    Pupuk
·    Air
·    Alat tulis
3.      Cara Kerja :
·      Isi pot 1 dengan tanah, tanaman, dan pupuk lalu siram,
·      Isi pot 2 dengan tanah, tanaman tanpa di beri pupuk lalu disiram,
·      Rawat tanaman dalam pot 1 secara baik, sementara tanaman dalam pot 2 dibiarkan atau tidak dirawat,
·      Amati tanaman dalam pot 1 dan pot 2 ( daun, batang, dahan ) lalu dibandingkan ke 2 tanaman tersebut.
VI.  Kesimpulan
Setelah melakukan eksperimen kemudian dengan mengamati tanaman tersebut selama beberapa hari hasil yang saya dapat adalah :
·      Tanaman pada pot 1 tumbuh dengan baik dengan daun, batang, dan dahan tumbuh sempurna,
·      Tanaman pada  pot 2 tumbuh dengan sebaliknya, tumbuh dengan tidak baik dengan daun, batang, dan dahan tidak tumbuh dengan sempurna bahkan terlihat layu,
·      Jadi, manusia sebagai factor luar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, baik tidak nya tumbuhan tersebut tumbuh

Karangan Non Ilmiah

Nama : Bayu Prismantara
NPM  : 11213670
Kelas  : 3EA15
Tugas : Softskil, Bahasa Indonesia 2

KARANGAN NON ILMIAH

1. Pengertian Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
2. Macam-macam Karangan Non Ilmiah
    Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang            memiliki   tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
    Dongeng : Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan     pesan moral yang mengandung makna hidup.
        Novel : Bentuk sastra yang paling popular di dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsur intrinsik dan     ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
·             Drama : Suatu aksi atau perbuatan. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.
    Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong     dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara     lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan non-ilmiah adalah dongeng, hikayat, cerpen, novel,     roman, puisi, dan naskah. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya     ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya     kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.     Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau     cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan     penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata     lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan     dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

3. Sifat Karangan Non Ilmiah    
  • Emotif yaitu sedikit informasi, kemewahan & cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis.
  •  Persuasif yaitu Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca.
  •   Diskriktif yaitu informatif sebagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat Pribadi.
  •   Kritik tanpa dukungan bukti yaitu tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar.

4. Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah
  •    ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  •     fakta yang disimpulkan subyektif,
  •     gaya bahasa konotatif dan populer,
  •      tidak memuat hipotesis,
  •      penyajian dibarengi dengan sejarah,
  •      bersifat imajinatif,
  •       situasi didramatisir,
  •       bersifat persuasif.
  •       tanpa dukungan bukti.

5. Contoh Karangan Non Ilmiah

                                                        Seuntai Kalung Mutiara Fatimah
Di sebuah kota, hiduplah seorang wanita janda yang cantik dan awet muda, namanya Fatimah. Suaminya telah meninggal dan dia tak punya anak, dia miskin dan tinggal di sebuah rumah kecil tanpa isi. Pakaiannya hanya 3, begitu pula jilbabnya, sepatu alas kakinya hanya dua. Menunggu alas kaki kayu seperti bakiak yang selalu digunakannya menyempit dan baru menggunakan alas kaki sepatu dari suaminya yang saat dibelikan kebesaran di kaki Fatimah. Pasti jika si alas kaki kayu ini sudah menyempit kakinya muat di sepatu itu. Hmm… Bajunya itu tiga-tiganya gamis terusan muslimah dan jilbab putih tiga-tiganya. Meski pakaiannya itu-itu saja penduduk tak pernah mengejeknya dan selalu sopan.
Dia tinggal sendirian di rumahnya itu, tapi dia sangat dermawan dan baik hati, tetangga-tetangganya pun kenal baik dengan Fatimah, harta peninggalan suaminya hanyalah seekor kambing betina, dan seuntai kalung mutiara putih yang indah sekali. Setiap hari dia makan apa adanya. Untunglah, Pak Sabar, orang kaya yang baik sekali itu tiap hari memberi Fatimah sepiring nasi dan lauk kecil, seperti tempe, dan Pak Sabar yang baik itu juga memberi Fatimah seekor kambing jantan.
Suatu Hari, datanglah seorang pengembara yang kelaparan, Fatimah kebingungan, karena dia sendiri tak punya makanan. Lalu dia ingat kepada kedua kambingnya, dia pun berniat menyembelih kambing betinanya yang sekarang jarang sekali mengeluarkan susu.
“Tunggu sebentar ya, saya akan menyembelih dahulu kambing betina saya”, kata Fatimah pada pengembara itu.
“Sebentar, nyonya. Saya sarankan sebaiknya anda menyembelih kambing yang jantan saja, karena kelak kambing betina itu berguna untukmu”, kata pengembara itu dengan kata-kata membingungkan.
Walau begitu dia menuruti saran pengembara itu, dia pun menyembelih kambing yang jantan dengan islami tentunya walau disembelih oleh sendiri. Meski agak lama, si pengembara tetap sabar karena dia tau menyembelih kambing memang tak mudah apalagi dilakukan oleh seorang perempuan. Lalu memberikan dagingnya kepada si pengembara, pengembara itu makan dengan lahap, setelah makan, ia pamit dan menyerahkan sejumlah uang pada Fatimah.
“Oh, tak apa tuan. Uang ini untuk anda”, kata Fatimah. Akhirnya pengembara itu pergi. Tapi diam-diam si pengembara kagum dengan kebaikan hati Fatimah menyembelih kambingnya sendiri walau sendirinya kelaparan dan si pengembara meninggalkan sejumlah uang itu di meja Fatimah dengan sebuah surat. Fatimah geleng-geleng kepala dan bersyukur lalu berdoa supaya si pengembara tadi mendapat balasan yang lebih dari sekadar uang. Karena uangnya juga banyaaak… Fatimah menggunakannya untuk membeli makanan untuk dirinya dan sedikit rumput segar untuk si kambing betina yang tinggal sendiri. Sisanya ditabung.
Sorenya seperti biasa dia bekerja dengan membantu-bantu di rumah Nyonya Kris, malamnya pun dia makan sederhana seperti biasanya.
Keesokan Harinya…
Fatimah sedang membersihkan rumahnya, sorenya, dia mendengar ada seorang saudagar kaya yang membutuhkan pertolongan, dia pun dengan senang hati menolongnya tanpa imbalan.
Saat tiba di rumahnya, dia mengusap keringatnya dan mengambil segelas air, tiba-tiba…
Tok! Tok! Pintu rumah kecilnya diketuk-ketuk.
Fatimah membuka pintu dan ternyata yang datang adalah seorang pengemis lusuh tanpa baju dan hanya memakai celana.
“Assalamualaikum, nyonya… permisi, bisakah anda membantu saya, memberikan uang atau pakaian?” tanya pengemis itu pelan.
Fatimah bingung lagi, dia tak punya makanan, uang, dan pakaian miliknya hanya tinggal dua pasang dan dua-duanya adalah setelan kaus panjang dengan rok panjang.
“Maaf… saya tidak memiliki uang, dan pakaian saya pun hanya ini dan dua pasang lagi, tapi keduanya adalah baju terusan rok dan kaus” kata Fatimah. Akhirnya.
“Oya pak, saya hanya tinggal memiliki ini, ambillah pak!” kata Fatimah, menyerahkan kalung mutiara putihnya itu. Fatimah lupa bahwa dia tadi punya uang, dan ketika ingat, Fatimah menyerahkan sebagian kecilnya kepada si pengemis.
“Terimakasih, nyonya! Terimakasih!”pengemis itu mengucapkan terimakasih dan lalu pamit.
Fatimah menutup pintunya, sementara, pengemis itu berjalan senang menuju rumah seorang petani sederhana, tak kaya, tak miskin. Dia memberikan kalung mutiara dari Fatimah dan petani itu menukarnya dengan pakaian, pengemis itu sangat senang dan langsung memakai pakaiannya. Sementara itu di rumah petani, si petani langsung memberikan kalung mutiara itu pada saudagar kaya yang ditolong Fatimah, dan saudagar kaya itu menukarnya dengan makanan dan pakaian lagi. Si petani juga senang.
Di rumah saudagar kaya…
“Indah sekali! Oh, sebaiknya kuberikan kalung ini pada Fatimah! Dia sudah menolongku! Kalau saja dia tak menolong..” kata saudagar itu. Apa??
Saudagar kaya itu berjalan ke rumah Fatimah. Lalu dia memberikan kalung mutiara itu yang sejak awal milik Fatimah kepada Fatimah. Fatimah sangat terkejut…
Setelah itu saudagar kaya itu pulang.
Kalung mutiara berharga milik Fatimah yang Fatimah berikan pada seorang pengemis, akhirnya kembali lagi ke tangan Fatimah setelah berpindah-pindah pemilik, berkat kebaikan hati mutiara Fatimah yang seperti mutiara di kalung itu… sama cerahnya, sama bersinarnya, dan sama putihnya.

Silogisme, Induktif dan Deduktif

SILOGISME, INDUKTIF DAN DEDUKTIF

  1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

      2. Induktif
Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generisasi paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh :
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brea dence, Shuffle, salsa dan kripton, modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

        3. Deduktif
deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

Karangan Bebas, Asiknya Ikut Pesantren Kilat

                                         ASIKNYA IKUT PESANTREN KILAT

Pada saat liburan sekolah kemarin, aku dan teman-temanku mengisinya dengan hal yang positif dan bermanfaat. Aku, Andi, Aris, Rahman, dan Ahmad berencana mengikuti acara pesantreen kilat yang diadakan oleh dinas kementrian agama setempat. Acara itu berlangsung selama tiga hari bertempet di masjid Baiturrahman. Kami berlima sangat bersemangat mengikuti acara itu. Selain itu, kami juga ingin lebih banyak belajar tentang ilmu agama. Aku rasa ini adalah saat yang tepat untuk mengisi kekosongan agenda kami pasca ujian semester.

Di hari pertama pesantren kilat diadakan, kami berlima beserta ratusan anak lainnya mengikuti pengarahan dari panitia sanlat (pesantren kilat). Kami mengikutinya dengan hikmat dan penuh keseriusan. Aku merasa sangat bangga berada diantara ratusan anak-anak yang rela menghabiskan liburannya di tempat ini, di agenda yang luar biasa ini. Aku membayangkan teman-temanku yang lain, yang memilih liburan ke pantai atau tempat wisata lain. Tentu tidaklah salah jika meluangkan waktu liburan untuk bertamasya. Tapi sesuatu yang kami lakukan di halaman masjid ini, sungguh sangatlah berbeda. Kami mengisi liburan dengan hal yang sama menyenagkannya dengan bertamasya, yakni mengikuti pesantren kilat. Menjadi santri walaupun hanya beberapa hari.

Di agenda itu kami belajar banyak hal, tentang ilmu agama (mengaji dan lain-lain), tentang karakter muslim sejati, dan latihan kepemimpinan. Tidak hanya di dalam kelas, kami juga belajar di luar ruangan. Berbagai macam games out door kami mainkan di sini. Tentu games tersebut memuat unsur pengetahuan agama dan umum serta pendidikan karakter islam di dalamnya. Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan.

Diantara banyak kegiatan yang kami jalani, salah satu hal yang tidak terlupakan adalah kegiatan menginap bersama di aula masjid baiturrahan. Asyik sekali sensasi bermalam bersama ratusan anak-anak dari berbagai karakter dan latar belakang. Kami saling mengobrol dan bertukar cerita tentang sekolah masing-masing. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dan banyak hal yang tak terlupakan di acara pesantren kilat.

Senin, 25 April 2016

Tugas Softskil, Bahasa Indonesia 2,,Pengertian Penalaran,Proposisi,Inferensi,Implikasi,Wujud Evidensi,Cara Menguji Data,Cara Menilai Autoritas