Berhenti
dari kecanduan rokok memang sulit dilakukan oleh perokok. Tapi studi baru
menunjukkan perokok saat ini mungkin lebih addicted terhadap rokok sehingga
lebih sulit untuk berhenti.
Studi
menemukan perokok saat ini mungkin lebih banyak dipengaruhi oleh kecenderungan
genetik dari generasi masa lalu, sehingga membuatnya lebih kecanduan dan sulit
lagi untuk berhenti.
Untuk
mengukur sejauh mana faktor genetik bisa mempengaruhi kemampuan perokok untuk
berhenti, Pampel dan rekan mempelajari pola konsumsi tembakau dalam rokok pada
pasangan kembar.
Studi yang
hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Demography ini melibatkan 596
pasangan kembar yang mana 363 kembar identik dan 233 kembar fraternal. Peneliti
menggunakan kuesioner kesehatan dan perilaku merokok antara tahun 1960-1980.
Peneliti
menemukan diantara pasangan kembar identik sekitar 65 persen dari kedua orang
kembar ini akan berhenti dalam waktu 2 tahun jika salah satu kembar berhenti
merokok, tapi pada kembar fraternal jumlahnya lebih kecil.
Hasil temuan
ini menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran dalam mempengaruhi
keberhasilan berhenti merokok. Hal ini karena pada kembar identik DNA nya sama
sedangkan pada fraternal tidak.
Saat ini
orang merokok bukan karena alasan sosial, tapi pada kenyataannya cenderung
merokok karena ketergantungan mereka terhadap nikotin sehingga lebih sulit
untuk berhenti,” ujar Pampel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar