Selasa, 15 Desember 2015

Ekosistem Sawah

Nama : Bayu Prismantara
NPM  : 11213670
Kelas : 3EA15 

EKOSISTEM SAWAH

 

Ekosistem sendiri adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya maupun dengan lingkungannya. Ekosistem juga bisa dikatakan juga suatu tatanan atau struktur kesatuan secara utuh serta menyeluruh diantara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi dan saling memberikan dampak

ekologi yang jelas. Gambar
Ekosistem juga merupakan penggabungan dari setiap unit sistem biologis yang melibatkan adanya
interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga terjadinya aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan
anorganisme yang kemudian mampu membentuk suatu bentuk yang khas.
Berdasarkan proses terbantuknya suatu ekosistem, ekosistem sendiri dibedakan atas ekosistem buatan dan ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secarah alamiah tanpa campur tangan manusia dan terjadi oleh karena adanya proses alamiah yang berlangsung pada waktu yang lama sebagai contoh, rawa, sungai, laut, hutan hujan tropis, sabana, stepa, tundra, dan kutub. Sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang terjadi dengan campur tangan manusia sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia dan dalam rangka untuk menyeimbangkan alam, sebagai contoh, ekosistem sawah, kebun, waduk, aquarium, bendungan, hutan produksi, dan pemukiman penduduk. Dari berbagai ekosistem yang ada serta pembagiannya, ini menunjukan adanya suatu fungsi dari ekosistem yang ada, guna menyeimbangkan antara biotik dan abiotik.
Lebih jauh mengenai ekosistem, tentu saja di dalam sebuah ekosistem diperlukan faktor pembentuk, yaitu komponen abiotik atau komponen benda mati adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya suatu kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam dimensi ruang dan waktunya. Komponen abiotik sendiri dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme dalam suatu unit lingkungan yang ada. Selanjutnya komponen biotik, komponen biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik yang memiliki peran vital dalam suatu ekosistem yang ada dan mampu menyediakan kebutuhan utama dalam suatu ekosistem yang ada.
Kemudian, pada pembahasan ini, penulis akan mengulas sedikit mengenai ekosistem sawah yang selama ini kerap kali kurang mendapat perhatian karena kehadirannya seakan-akan menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan pemukiman yang ada. Ekosistem sawah sendiri merupakan salah satu ekosistem buatan yang menarik. Di dalam ekosistem sawah sendiri terdapat berbagai macam komponen yang ada, baik biotik maupun abiotik serta adanya keterkaitan antara fungsi ekosistem yang muncul diantara dimensi ruang dan waktu dalam suatu ekosistem sawah tersebut. Adapun komponen yang ada ialah:
  1. Komponen biotik
  • Produsen adalah organisme yang dapat menghasilkan makanan dan penyedia makanan untuk mahkluk hidup yang lain. Contoh pada ekosistem sawah adalah: padi dan rerumputan.
  • Konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makananya sendiri dan bergantung pada organisme lain untuk mendapatkan suplai makanan. Contoh pada ekosistem sawah adalah : belalang, tikus, ular, hama wereng, maupun burung.
  • Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan organisme yang telah mati. Contoh pada ekosistem sawah adalah: cacing, bakteri, maupun jamur.
  1. Komponen abiotik
  •     Cahaya matahari merupakan satu-satunya sumber energi terbesar yang dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup untuk beraktivitas guna kelangsungan hidupnya.
  •   Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.
  •     Udara  merupakan kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah.
  •     Suhu merupakan derajat panas atau kalor pada suatu benda atau ruang.
  •     Kelembaban merupakn kosentrasi uap air yang berada di udara.
Dari komponen-komponen yang membentuk ekosistem swah diatas, sudah tentu menjadi lengkaplah ekosistem sawah yang ada. Ada komponen abiotik maupun komponen biotik, yang keduanya saling menopang satu dengan yang lainnya. Namun, selain komponen-komponen diatas, juga diperlukan adanya suatu keterkaitan fungsi di dalam ekosistem sawah guna mengetahui bagaimana jalannya ekosistem sawah tersebut. Keterkaitan ini tidak hanya mengenai antara komponen biotik saja, namun juga mengenai komponen abiotik dan juga mengenai kedua komponen itu sendiri.

Pada ekosistem sawah ini terdapat keanekaragaman jenis mahkluk hidupnya yaitu, terdapat tumbuh-tumbuhan(rerumputan dan padi), pengurai(cacing, bakteri, dan jamur), konsumen(belalang, tikus, katak, burung, dan ular). Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bervariatif, dan bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem(dalam hal ini ekosistem sawah). Di dalam ekosistem sawah sendiri terjadi rantai makanan dan aliran energi yang keduanya merupakan hasil dari adanya keterkaitan fungsi ekosistem sawah.
Rantai makanan sendiri merupakan pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan    yaitu dengan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.

Melalui gambar diatas, menunjukan bagaimana peran antara produsen, konsumen, dan juga pengurai saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Apabila salah satu anasir tersebut rusak, maka akan mengganggu yang lainnya. Ini sendiri merupakan bukti bahwa adanya keterkaitan antara anasir satu dengan yang lainnya.
Kemudian mengenai aliran energi yang terjadi didalam suatu ekosistem yang ada, sumber asal dari sebuah energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan CO2 dari udara. Matahari dan CO2  menjadi energi yang paling penting dalam setiap proses yang ada. Fotosintesis yang di lakukan padi maupun rerumputan merupakan awal dari adanya kehidupan itu. Suatu sistem yang baik tentunya membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan sebuah proses.
Dari hal tersebut, terlihat jelas bahwa hubungan antara anasir satu dengan lainnya menunjukan suatu siklus atau proses yang kompleks sebelum terjadinya atau terbentuk ekosistem sawah. Selain itu, ekosistem sawah juga menjadi salah satu penopang bagi kehidupan manusia, bukan justru menghalangi kehidupan manusia.

Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/259859/mengakrabi-homeostasi-ekologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem
http://shreepoedja.blogspot.com/2013/01/ekosistem-sawah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar