NMP : 11213670
Kelas : 3EA15
Sikap, Motivasi, Konsep Diri dan Kepribadian, Nilai, dan Gaya Hidup.
Definisi Sikap Konsumen
Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini
berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk
sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara
lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media
masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Sikap mungkin
dihasilkan dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Sikap
dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen
dari perilaku tertentu.
Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005),
Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu
obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.
Karakteristik sikap antara lain :
a) Sikap memiliki objek
Di dalam konteks pemasaran, sikap konsumen harus
terkait dengan objek, objek tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep
konsumsi dan pemasaran seperti produk, merek, iklan, harga, kemasan,
penggunaan, media dan sebagainya.
b) Konsistensi sikap
Sikap adalah gambaran perasaan dari seorang konsumen,
dan perasaan tersebut akan direfleksikan oleh perilakunya. Karena itu
sikap memiliki konsistensi dengan perilaku. Tetapi, walaupun mempunyai
konsistensi, sikap tidak selalu harus permanen artinya sikap dapat
berubah. Sikap bisa positif, negatif, dan netral.
c) Intensitas sikap
Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek produk
akan bervariasi tingkatannya, ada yang sangat menyukainya atau bahkan
ada yang begitu sangat tidak menukainya. Ketika konsumen menyatakan
derajat tingkat kesukaan terhadap suatu produk, maka ia mengungkapkan
intensitas sikapnya.
d) Resistensi sikap adalah seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berubah.
e) Persistensi sikap adalah karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan berubah karena berlalunya waktu..
f) Keyakinan sikap
Keyakinan adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya
g) Sikap dan situasi
Situasi akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap
suatu objek. Situasi tertentu dapat menyebabkan para konsumen
berperilaku dengan cara yang kelihatannya tidak konsisten dengan sikap
mereka.
MODEL SIKAP TIGA KOMPONEN
Sikap ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a) Komponen kognitif
Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan
pengetahuan tentang obyek. Kepercayaan atribut tentang suatu produk
biasanya dievaluasi secara alami. Semakin positif kepercayaan terhadap
suatu merek dan semakin positif setiap kepercayaan, maka akan semakin
mendukung keseluruhan sikap tersebut.
b) Komponen afektif
Merupakan emosi atau perasaan konsumen mengenai
produk atau merk tertentu. Emosi dan perasaan ini sering dianggap oleh
para peneliti konsumen sangat evaluative sifatnya, yaitu mencakup
penilaian seseorang terhadap obyek sikap secara langsung dan menyeluruh.
Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu obyek,
itulah komopnen afeksi sikap. Misalnya, konsumen mengatakan ”saya
menyukai produk A”. Itu merupakan hasil emosi atau evaluasi afektif
terhadap suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa informasi kognitif
atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan hasil evaluasi
atau penampilan produk pada setiap atributnya.
c) Komponen perilaku
Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap
obyek atau aktivitas. Seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya
suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral.
Perubahan sikap dapat dilakukan melalui 5 (lima) strategi berikut :
Mempengaruhi persepsi konsumen yang berkaitan dengan
fungsi sikap yaitu fungsi manfaat, fungsi citra diri, fungsi
nilai-nilai, fungsi pengetahuan. Agar terbentuk sikap positif pada
konsumen, maka dalam mempromosikan produk sebaiknya pemasar
memperhatikan aspek fungsi sikap.
– Menghubungkan produk dengan kelompok atau acara yang dikagumi
Sikap dihubungkan dengan sebagian atau berbagai golongan, peristiwa sosial, atau kegiatan amal tertentu.
– Memecahkan masalah dua sikap yang bertentangan
Para konsumen dapat diyakinkan bahwa sikap mereka
yang negatif terhadap produk atau merek tertentu sebetulnya tidak
bertentangan dengan dengan sikap yang lain, mereka dapat dibujuk untuk
merubah penilaian mereka terhadap merek tersebut ( beralih dari sikap
negatif ke sikap positif ).
– Mengubah komponen multi atribut
Untuk mengubah sikap konsumen pemasar menambah
atribut pada produknya dengan melengkapi manfaat atau hal lain yang
dapat meningkatkan keunggulan produknya.
– Mengubah keyakinan konsumen terhadap merek pesaing
Pemasar untuk mengubah sikap konsumennya dapat
membandingkan produknya dibandingkan produk lain, dengan harapan agar
konsumen berubah keyakinannya/ kepercayaannya terhadap merek pesaing.
Penggunaan Multiatribute Attitude Model untuk memahami sikap konsumen1. The attribute-toward-object model:
Digunakan khususnya menilai sikap konsumen terhadap satu kategori produk atau merk spesifik. Hal ini untuk menilai fungsi kehadiran dan evaluasi terhadap sesuatu.Pembentukan sikap konsumen yang dimunculkan karena telah merasakan sebuah objek. Hal ini mempengaruhi pembentukan sikap selanjutnya.
2. The attitude-toward-behavior model
Lebih digunakan untuk menilai tanggapan konsumen melalui tingkah laku daripada sikap terhadap objek.
Pembentukan sikap konsumen akan ditunjukan berupa tingkah laku konsumen yang berupa pembelian ditempat itu.
3. Theory of-reasoned-action model
Menurut teori ini pengukuran sikap yang tepat seharusnya didasarkan pada tindakan pembelian atau penggunaan merk produk bukan pada merek itu sendiri tindakan pembelian dan mengkonsumsi produk pada akhirnya akan menentukan tingkat kepuasan.
Pengertian Motivasi
Motivasi menurut American Encyclopedia adalah
kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri
sesoerang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi
faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari
pengamatan tingkah laku manusia.
Dengan demikian motivasi dapat diartikan sebagai
pemberi daya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar mereka
mau bekerjasama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya
untuk mencapai kepuasan.motivasi konsumen adalah keadaan di dalam
pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan
kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan. Dengan adanya motivasi
pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada
suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Jadi motivasi adalah
proses untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang
diinginkan.
Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat
erat sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen. Untuk itu perusahaan
selalu berusaha untuk membangun kepuasan konsumen dengan berbagai
kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen mempunyai peranan
penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang belum
terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai.kebutuhan menunjukkan kekurangan
yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan dipandang
sebagai penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan
akibat kekurangan itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha
motivasi para konsumen.
G. Dinamika proses motivasi
Proses motivasi :
1. tujuan. Perusahaan harus bias menentukan terlebih
dahulu tujuan yang ingin dicapai, baru kemudian konsumen dimotivasi ke
arah itu.
2. mengetahui kepentingan. Perusahaan harus bisa
mengetahui keinginan konsumen tidak hanya dilihat dari kepentingan
perusahaan semata
3. komunikasi efektif. Melakukan komunikasi dengan
baik terhadap konsumen agar konsumen dapat mengetahui apa yang harus
mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan.
4. integrasi tujuan. Proses motivasi perlu untuk
menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen. Tujuan
perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan
individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
5. fasilitas. Perusahaan memberikan fasilitas agar konsumen mudah mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
H. Tujuan motivasi konsumen
Tujuan motivasi konsumen :
1. meningkatkan kepuasan
2. mempertahankan loyalitas
3. efisiensi
4. efektivitas
5. menciptakan suatu hubungan yang harmonis antara produsen atau penjual dengan pembeli atau konsumen.
I. Memahami kebutuhan konsumen
Kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. fisiologis. Dasar-dasar kelangsungan hidup, termasuk rasa lapar, haus dan kebutuhan hidup lainnya.
2. keamanan. Berkenaan dengan kelangsungan hidup fisik dan keamanan
3. afiliasi dan pemilikan. Kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, menjadi orang penting bagi mereka.
4. prestasi. Keinginan dasar akan keberhasilan dalam memenuhi tujuan pribadi
5. kekuasaaan. Keinginan untuk emndapat kendali atas nasib sendiri dan juga nasib orang lain
6. ekspresi diri. Kebutuhan mengembangkan kebebasan dalam ekspresi diri dipandang penting oleh orang lain.
7. urutan dan pengertian. Keinginan untuk mencapai
aktualisasi diri melalui pengetahuan, pengertian, sistematisasi dan
pembangunan system lain.
8. pencarian variasi. Pemeliharaan tingkat kegairahan
fisiologis dan stimulasi yang dipilih kerap diekspresikan sebagai
pencarian variasi
9. atribusi sebab-akibat. Estimasi atau atribusi sebab-akibat dari kejadian dan tindakan.
PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri kejiwaan
dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang berespon
terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada
sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat,
pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang
membedakan satu individu dari individu lainnya. Kepribadian cenderung
mempengaruhi pilihan seseorang terhadap produk. Sifat-sifat inilah yang
mempengaruhi cara konsumen merespon usaha promosi para pemasar, dan
kapan, di mana, dan bagaimana mereka mengkonsumsi produk dan jasa
tertentu. Karena itu, identifikasi teerhadap karakteristik kepribadian
khusus yang berhubungan dengan perilaku konsumen sangat berguna dalam
penyusunan strategi segmentasi pasar perusahaan.
Sifat-sifat Dasar Kepribadian :
1) Kepribadian mencerminkan perbedaan individu
Karena karakterisitik dalam diri yang memebentuk
kepribadian individu me rupakan kombinasi unik berbagai faktor, maka
tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Kepribadian merupakan
konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan
konsumen ke dalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau
beberapa sifat.
2) Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama
Suatu kepribadian umumnya sudah terlihat sejak
manusia berumur anak-anak , hal ini cenderung akan bertahan secara
konsisten membentuk kepribadian ketika kita dewasa. Walaupun para
pemasar tidak dapat merubah kepribadian konsumen supa ya sesuai dengan
produk mereka, jika mereka mengetahui, mereka dapat berusaha me narik
perhatian kelompok konsumen yang menjadi target mereka melalui
sifat-sifat relevan yang menjadi karakteristik kepribadian kelompok
konsumen yang bersangku tan. Walaupun kepribadian konsumen mungkin
konsisten, perilaku konsumsi mereka s ering sangat bervariasi karena
berbagai faktor psikologis, sosiobudaya, lingkung an, dan situasional
yang mempengaruhi perilaku.
3) Kepribadian dapat berubah
Kepribadian dapat mengalami perubahan pada berbagai
keadaan tertentu. Karena adanya berbagai peristiwa hidup seperti
kelahiran, kematian, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang berubah
tidak hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi
tiba-tiba, tetapi juga sebagai bagian dari proses menuju ke kedewasaan
secara berangsur-angsur.
NILAI
Pola yang dapat kita lihat dari nilai adalah
perubahan perilaku dan alasan seseorang dalam membelanjakan uang atau
sember daya yang mereka kelola dan mereka miliki. Semakin tinggi mereka
menilai dari suatu barang dan jasa terhadap kehidupan, maka makin tinggi
pula apresiasi mereka dalam memandang barang dan jasa tersebut dari
segi konsumsi.
Contohnya adalah jika seseorang memandang bahwa
jenjang pendidikan yang lebih tinggi adalah sesuatu yang mutlak dan
penting, maka ia akan berusaha untuk memperoleh pendidikan yang layak,
walaupun tentu ada uang yang harus ia keluarkan untuk hal tersebut. Dan
sebaliknya, alau seseorang menmandang pendidikan sebagai sesuatu yang
kurang begitu penting bagi dirinya, maka ia tidak akan berusaha untuk
memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walaupun ia sebenarnya
memiliki kemampuan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
GAYA HIDUP
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan
bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan
merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah
bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang
ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk
sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama
mereka menjalani siklus kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari
kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup,
bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka.
Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal,
yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi
mereka terhadap sesuatu.
Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang
mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya
akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup
seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup
dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan
demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih
terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya
pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga
berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja,
penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau
Jawa tetap terpadat.
KESIMPULAN:
Kesimpulan yang dapat saya ambil yaitu bahwa perilaku
tidak akan terjadi bila sikap itu sendiri tidak dilakukan. Sikap
berawal dari perasaan yang akan direfleksikan oleh perilakunya, sikap
dapat positif, negati atau netral. Motivasi adalah suatu pemberi
semangat terhadap sikap agar seseorang bisa mencapai tujuannya dengan
baik. Kepribadian dapat dijelaskan sebagai karakteristik psikologis yang
menentukan dan menggambarkan bagaimana seseorang merespon
lingkungannya. Walaupun kepribadian cenderung konsisten dan bertahan
lama, tetapi dapat berubah dengan tiba -tiba sebagai respon terhadap
berbagai peristiwa hidup yang utama maupun secara berangsur-angsur dari
waktu ke waktu.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar